Just another WordPress.com site

TUGAS PSIKOLOGI


BAB  I

Konsep Psikologi

1.Konsep psikologi

Konsep psikologi adalah gagasan-gagasan mengenai sesuatu yang menyangkut tentang tingkah laku manusia dan lingkungan sekitarnya melalui pengalaman-pengalaman yang dialami. Psikologi menyentuh semua aspek kehidupan manusia. Psikologi dipelajari untuk lebih mengenal diri sendiri dan orang lain. Setelah mengenal diri maka dia akan berusaha menyesuaikan dengan orang lain.

2.Pengertian Psikologi

Psikologi ialah ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan dalam bentuk tingkah laku manusia dalam kaitannya dengan lingkungan yang ditinjau dari fungsinya sebagai subjek, Psikologi bukan mempelajari jiwa, karena jiwa bersifat abstrak. Maka mempelajari tingkah laku manusia, tingkah laku tersebut merupakan pencerminan jiwa meskipun bukan pencerminan jiwa secara keseluruhan.

3.Hubungan Psikologi Dengan Ilmu Lain

Psikologi dengan ilmu lain sangat berkaitan dan bersifat timbal-balik.

  1. Hubungan Psikologi dengan Sosiologi

Sosiologi : Suatu bidang ilmu yang terkait dengan perilaku hubungan antar individu, atau antara individu dengan kelompok, atau antar kelompok (interaksionisme) dalam perilaku sosialnya.

Mead dan Mazhab mengisyaratkan adanya suatu kemungkinan yang menarik bagi apa yang dinamakan “psikologi sosial”. Artinya suatu psikologi yang memperoleh perspektif-prespektif dasarnya dari suatu pemahaman sosiologis tentang kondisi manusia

2.      Hubungan Psikologi dengan Antropologi

Sejak setengah abad lalu, di Amerika dan Inggris telah berkembang berbagai penelitian antropologi yang dalam analisisnya menggunakan banyak konsep psikologi. Tiga masalah yang menjadi fokus perhatian antropologi:

1.      ‘kepribadian bangsa’

2.      Peranan individu dalam proses perubahan adat istiadat

3.      Nilai universal dalam

4.      Persoalan ‘kepribadian bangsa’  sesudah perang Dunia ke-1  hubungan antar bangsa kian intensif, perhatian penjajah terhadap kepribadian bangsa jajahan.

Fokus studi antropologi awal tahun 1920-an : Ahli antropologi tertarik pada lingkungan dan kebudayaan dari bayi dan anak-anak, masa itu dianggap penting bagi pembentukan kepribadian dewasa yang khas dalam suatu masyarakat.

Hampir semua penelitian yang mendalami “kepribadian bangsa” menyimpulkan bahwa ciri-ciri kepribadian yang tampak berbeda pada bangsa-bangsa di dunia ini bersumber pada cara pengasuhan pada masa kanak-kanak.

Misalnya: orang jepang yang dewasa menjadi bersifat memaksakan kehendaknya, karena ketatnya latihan mengenai cara membuang air pada masa kanak-kanak, saat ini kesimpulan di atas tidak bisa diandalkan lagi.

3.      Hubungan Psikologi dengan Ilmu Politik

Psikologi merupakan ilmu yang mempunyai peran penting dalam bidang politik, terutama yang dinamakan “massa psikologi”. Penting bagi politisi untuk menyelami gerakan jiwa dari rakyat pada umumnya, golongan tertentu pada khususnya. Psikologi sosial dapat menjelaskan bagaimana sikap dan harapan masyarakat dapat melahirkan tindakan serta tingkahlaku yang berpegang teguh pada tuntutan masyarakat.

4.      Hubungan Psikologi dengan Ilmu Komunikasi

Psikologi komunikasi : ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan dan mengndalikan peristiwa mental dan behavioral dalam komunikasi. Menurut Rahmat, komunikasi adalah peristiwa sosial/ peristiwa yang terjadi ketika manusia berinteraksi dengan manusia lain.

5.      Hubungan Psikologi dengan Biologi

Biologi mempelajari kehidupan jasmaniah manusia dan hewan,yang bila dilihat dari segi materialnya, terdapat bidang yang sama dengan psikologi, hanya saja objek formalnya berbeda. Objek formal biologi adalah kehidupan jasmaniah (fisik), sedangkan objek formal psikologi adalah kegiatan atau tingkah laku manusia.Menurut Bonner, perbedaan psikologi dan  biologi adalah sebagai berikut. Psikologi merupakan ilmu yang subjektif (karena mempelajari pengindraan dan persepsi manusia sehingga manusia sebagai subjek/pelaku) sedangkan biologi adalah ilmu yang objektif(karena mempelajari manusia sebagai jasad/objek).

6.      Hubungan Psikologi dengan Ilmu Alam

Pada permulaan abad ke-19 psikologi dalam penelitiannya banyak terpengaruh oleh ilmu alam. Psikologi disusun berdasarkan hasil eksperimen. Objek penelitian psikologi: manusia dan tingkah lakunya yang selalu hidup dan berkembang. Objek penelitian ilmu alam : benda mati .

7.      Hubungan Psikologi dengan Filsafat

Filsafat : hasil akal manusia yang mencari dan memikirkan suatu kebenaran dengan sedalam-dalamnya. Dalam penyelidikannya filsafat berangkat dari apa yang dialami manusia. Ilmu psikologi menolong filsafat dalam penelitiannya. Kesimpulan filasafat tentang kemanusiaan akan ‘pincang’ dan jauh dari kebenaran jika tidak mempertimbangkan hasil psikologi.

8.      Hubungan Psikologi dengan Ilmu Pendidikan

Ilmu Pendidikan: bertujuan memberikan bimbingan hidup manusia sejak lahir sampai mati . Pendidikan tidak akan berhasil dengan baik bilamana tidak didasarkan pada psikologi perkembangan. Demikian watak dan kepribadian seseorang ditunjukkan oleh psikologis.Hubungan kedua disiplin ilmu ini melahirkan Psikologi Pendidikan.

9.      Psikologi sebagai bagian dari filsafat.

Pada abad pertengahan, psikologi masih merupakan bagian dari filsafat, sehingga objeknya tetap hakikat jiwa,sementara metodenya masih menggunakan argumentasi logika. Uraian oleh para filsuf  abad pertengahan umumnya berkisar seputar ketubuhan dan kejiwaan.

Psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri dikukuhkan oleh Wilhem Wundt pada tahun 1879. Untuk menjadi ilmu pengetahuan yang otonom, maka pengetahuan itu harus mempunyai syarat, diantaranya :

a)      Mempunyai objek

b)      Mempunyai metode

c)      Sistematis

d)     Mempunyai sifat Universal

BAB II

RUANG LINGKUP PSIKOLOGI

Ditinjau dari segi obyeknya psikologi dapat dibedakan dalam dua golongan yang besar yaitu

  1. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia
  2. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan yang umumnya lebih tegas disebut psikologi hewan

Dalam tulisan ini tidak akan dibicarakan psikologi hewan, yang akan dibicarakan adalah psikologi yang berobyekkan manusia. Sampai pada waktu ini orang masih membedakan adanya psikologi yang bersifat umum dan psikologi yang khusus. Psikologi umum adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan – kegiatan atau aktifitas fisik manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan berbeda (berkultur).

Psikologi khusus ialah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dari aktifitas psikis manusia.

a. Psikologi Perkembangan

Yaitu psikologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai tua, yang mencakup :

  • Psikologi anak (mencakup masa bayi)
  • Psikologi puber dan adolesensi (psikologi pemuda)
  • Psikologi orang dewasa
  • Psikologi orang tua

b. Psikologi Sosial

Yaitu psikologi yang khusus membicarakan tentang tingkah laku atau aktifitas – aktifitas manusia hubungannya dengan situasi sosial.

c. Psikologi Pendidikan

Yaitu psikologi yang menguraikan kegiatan-kegiatan manusia dalam hubungannya dengan situasi pendidikan. Misalnya, bagaimana dalam menarik perhatian agar dapat dengan mudah diterima.

d. Psikologi Kepribadian dan Tifologi

Yaitu psikologi yang khusus menguraikan tentang struktur pribadi manusia,mengenai tipe-tipe kepribadian manusia.

e. Psikopatologi

Yaitu psikologi yang khusus menguraikan mengenai keadaan psikis yang tidak normal.(abnormal).

f. Psikologi kriminil

Yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal kejahatan atau kriminalitas.

g. Psikologi perusahaan

Yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal-soal perusahaan.

Jadi dalam mempelajari psikologi ini, kita akan membatasi diri pada tingkah laku manusia, karena manusia adalah makhluk Tuhan yang tertinggi derajatnya diantara makhluk yang lain di alam ini.

BAB III

Konsep Persepsi

Persepsi [perception] merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi, kalau bukan dikatakan yang paling penting. Melalui persepsilah manusia memandang dunianya. Apakah dunia terlihat “berwarna” cerah, pucat, atau hitam, semuanya adalah persepsi manusia yang bersangkutan. Persepsi harus dibedakan dengan sensasi [sensation]. Yang terakhir ini merupakan fungsi fisiologis, dan lebih banyak tergantung pada kematangan dan berfungsinya organ-organ sensoris. Sensasi meliputi fungsi visual, audio, penciuman dan pengecapan, serta perabaan, keseimbangan dan kendali gerak. Kesemuanya inilah yang sering disebut indera.
Jadi dapat dikatakan bahwa sensasi adalah proses manusia dalam dalam menerima informasi sensoris [energi fisik dari lingkungan] melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal “neural” yang bermakna. Misalnya, ketika seseorang melihat (menggunakan indera visual, yaitu mata) sebuah benda berwarna merah, maka ada gelombang cahaya dari benda itu yang ditangkap oleh organ mata, lalu diproses dan ditransformasikan menjadi sinyal-sinyal di otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai “warna merah”.
Berbeda dengan sensasi, persepsi merupakan sebuah proses yang aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberikan makna pada informasi yang diterimanya. Benda berwarna merah akan memberikan sensasi warna merah, tapi orang tertentu akan merasa bersemangat ketika melihat warna merah itu.

Banyak ahli yang mencoba membuat definisi dari ‘persepsi’. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya (Bimo Walgito).
  2. Persepsi merupakan proses pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu (Davidoff).
  3. Persepsi ialah interpretasi tentang apa yang diinderakan atau dirasakan individu (Bower).
  4. Persepsi merupakan suatu proses pengenalan maupun proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu (Gibson).
  5. Persepsi juga mencakup konteks kehidupan sosial, sehingga dikenallah persepsi sosial. Persepsi social merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri seseorang yang bertujuan untuk mengetahui, menginterpretasi, dan mengevaluasi orang lain yang dipersepsi, baik mengenai sifatnya, kualitasnya, ataupun keadaan lain yang ada dalam diri orang yang dipersepsi sehingga terbentuk gambaran mengenai orang lain sebagai objek persepsi tersebut (Lindzey & Aronson).
  6. Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadaplingkungan oleh seorang individu (Krech).
  7. Persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya.

BAB IV

Hubungan Stres dengan Kesehatan

Diketahui bahwa stres dapat mempengaruhi kita secara mental dan emosional. Hal ini dapat membuat kita merasa cemas dan kewalahan. Dapat membuat emosi kita pendek dan menyebabkan kita merasa tertekan. Tapi bagaimana stres mempengaruhi kesehatan Anda? Ketika Anda merasa stres, hormon stres tertentu, seperti adrenalin dan kortisol, dilepaskan ke sistem anda. Ini bagus dalam dosis kecil. Bahkan dapat bermanfaat. Tapi jika Anda stres berkepanjangan dan hormon-hormon ini terus dipompa ke dalam sistem, mereka benar-benar dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh dan kesehatan Anda.
Ini pengetahuan umum bahwa terlalu banyak stres dapat berdampak negatif pada tekanan darah Anda. Tetapi hal itu dapat mempengaruhi kesehatan dalam cara negatif lainnya juga.
Sistem Immun
Ketika Anda dalam keadan stres, tubuh Anda bisa mematikan atau menekan beberapa sistem anda. Ini adalah cara memberikan Anda lebih sedikit hal-hal yang perlu dikhawatirkan. Sebagai contoh, banyak wanita dalam situasi stres akan terlambat dalam siklus menstruasi selama sebulan atau dua, atau bahkan lebih lama.
Sayangnya, stres yang berkepanjangan dapat juga ikut menekan sistem kekebalan Anda, yang dapat membuat Anda rentan terhadap penyakit dan infeksi.
Orang yang stres sering berakhir sakit. Yang membuatnya lebih sulit untuk menghadapi tantangan sehari-hari, dan membuat mereka merasa lebih tertekan.

Masalah Pencernaan
Masalah pencernaan, umum terjadi pada mereka yang berada di bawah tekanan yang ekstrim. Mereka merasa stres tidak perlu kaget untuk mendapatkan diri mereka menderita diare, mulas atau gangguan pencernaan.

Peningkatan Berat Badan
Orang-orang menghadapi situasi stres, seperti perceraian atau break-up, kehilangan orang yang dicintai, atau pekerjaan mereka benci, sering menemukan diri mereka makan lebih banyak dan berat badan bertambah. Banyak yang menganggap ini adalah karena orang kadang-kadang makan lebih banyak untuk menghibur diri mereka sendiri. Tapi, sementara ini dapat benarkan, ada juga alasan fisik untuk penambahan berat badan.
Stres menyebabkan perubahan hormonal dalam tubuh. Dan perubahan hormon ini benar-benar dapat meningkatkan nafsu makan. Makan lebih banyak bukan hanya karena seseorang merasa sedih, tetapi juga karena tubuh memberitahu bahwa memang perlu makan lebih banyak.

Masalah lain
Stres juga dapat menyebabkan masalah lain seperti insomnia, kelelahan, disfungsi seksual dan suasana hati tak menentu. Hal ini dapat membuat sulit untuk berkonsentrasi di tempat kerja dan bahkan lebih sulit untuk mengingat tanggal penting dan janji. Juga dapat membuat kondisi kulit seperti jerawat, eksim, dan psoriases bahkan lebih buruk.
Jadi bagaimana stres mempengaruhi kesehatan Anda? Secara potensi, hal itu dapat mempengaruhi dalam segala macam cara negatif. Itu sebabnya belajar untuk mengelola dan mengurangi stres harus menjadi prioritas utama.

BAB V

Perkembangan Lanjutan

Masa Remaja

Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya kematangan; biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Transisi ke masa dewasa bervariasi dari satu budaya kebudayaan lain, namun secara umum didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua mereka.

Perkembangan fisik
Perubahan dramatis dalam bentuk dan ciri-ciri fisik berhubungan erat dengan mulainya pubertas. Aktivitas kelenjar pituitari pada saat ini berakibat dalam sekresi hormon yang meningkat, dengan efek fisiologis yang tersebar luas. Hormon pertumbuhan memproduksi dorongan pertumbuhan yang cepat, yang membawa tubuh mendekati tinggi dan berat dewasanya dalam sekitar dua tahun. Dorongan pertumbuhan terjadi lebih awal pada pria daripada wanita, juga menandakan bahwa wanita lebih dahulu matang secara seksual daripada pria. Pencapaian kematangan seksual pada gadis remaja ditandai oleh kehadiran menstruasi dan pada pria ditandai oleh produksi semen. Hormon-hormon utama yang mengatur perubahan ini adalah androgen pada pria dan estrogen pada wanita, zat-zat yang juga dihubungkan dengan penampilan ciri-ciri seksual sekunder: rambut wajah, tubuh, dan kelamin dan suara yang mendalam pada pria; rambut tubuh dan kelamin, pembesaran payudara, dan pinggul lebih lebar pada wanita. Perubahan fisik dapat berhubungan dengan penyesuaian psikologis; beberapa studi menganjurkan bahwa individu yang menjadi dewasa di usia dini lebih baik dalam menyesuaikan diri daripada rekan-rekan mereka yang menjadi dewasa lebih lambat.

Perkembangan intelektual
Tidak ada perubahan dramatis dalam fungsi intelektual selama masa remaja. Kemampuan untuk mengerti masalah-masalah kompleks berkembang secara bertahap. Psikolog Perancis Jean Piaget menentukan bahwa masa remaja adalah awal tahap pikiran formal operasional, yang mungkin dapat dicirikan sebagai pemikiran yang melibatkan logika pengurangan/deduksi. Piaget beranggapan bahwa tahap ini terjadi di antara semua orang tanpa memandang pendidikan dan pengalaman terkait mereka. Namun bukti riset tidak mendukung hipotesis ini; bukti itu menunjukkan bahwa kemampuan remaja untuk menyelesaikan masalah kompleks adalah fungsi dari proses belajar dan pendidikan yang terkumpul.

Perkembangan seksual
Perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas bertanggung-jawab atas munculnya dorongan seks. Pemuasan dorongan seks masih dipersulit dengan banyaknya tabu sosial, sekaligus juga kekurangan pengetahuan yang benar tentang seksualitas. Namun sejak tahun 1960-an, aktivitas seksual telah meningkat di antara remaja; studi akhir menunjukkan bahwa hampir 50 persen remaja di bawah usia 15 dan 75 persen di bawah usia 19 melaporkan telah melakukan hubungan seks. Terlepas dari keterlibatan mereka dalam aktivitas seksual, beberapa remaja tidak tertarik pada, atau tahu tentang, metode Keluarga Berencana atau gejala-gejala Penyakit Menular Seksual (PMS). Akibatnya, angka kelahiran tidak sah dan timbulnya penyakit kelamin kian meningkat.

Perkembangan emosional
Psikolog Amerika G. Stanley Hall mengatakan bahwa masa remaja adalah masa stres emosional, yang timbul dari perubahan fisik yang cepat dan luas yang terjadi sewaktu pubertas. Psikolog Amerika kelahiran Jerman Erik Erikson memandang perkembangan sebagai proses psikososial yang terjadi seumur hidup.

Tugas psikososial remaja adalah untuk tumbuh dari orang yang tergantung menjadi orang yang tidak tergantung, yang identitasnya memungkinkan orang tersebut berhubungan dengan lainnya dalam gaya dewasa. Kehadiran problem emosional bervariasi antara setiap remaja.

Masa Dewasa

I.             Pengertian Dewasa dan Ciri-ciri Kedewasaan

Saat telah menginjak usia dewasa terlihat adanya kematangan jiwa mereka; “Saya hidup dan saya tahu untuk apa,” menggambarkan bahwa di usia dewasa orang sudah memiliki tanggung jawab  serta sudah menyadari makna hidup.[1] Dengan kata lain, orang dewasa nilai-nilai yang yang dipilihnya dan berusaha untuk mempertahankan nilai-nilai yang dipilihnya.

Elizabeth B. Hurlock membagi masa dewasa menjadi tiga bagian:[2]

a.             Masa dewasa awal (masa dewasa dini/young adult)

Masa dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapan dan masa reproduktif yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, priode isolasi social, priode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai-nilai, kreativitas dan penyesuaian diri pada pola hidup yang baru. Kisaran umurnya antara 21 tahun sampai 40 tahun.

b.            Masa dewasa madya (middle adulthood)

Masa dewasa madya ini berlangsung dari umur empat puluh sampai enam puluh tahun. Ciri-ciri yang menyangkut pribadi dan social antara lain; masa dewasa madya merupakan masa transisi, dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan prilaku masa dewasanya dan memasuki suatu priode dalam kehidupan dengan ciri-ciri jasmani dan prilaku yang baru. Perhatian terhadap agama lebih besar dibandingkan dengan masa sebelumnya, dan kadang-kadang minat dan perhatiannya terhadap agama ini dilandasi kebutuhan pribadi dan social.

c.             Masa usia lanjut (masa tua/older adult)

Usia lanjut adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang. Masa ini dimulai dari umur enam puluh tahun sampai mati, yang ditandai dengan adanya perubahan yang bersifat fisik dan psikologis yang semakin menurun. Adapun ciri-ciri yang berkaitan dengan penyesuaian pribadi dan sosialnya adalah sebagai berikut; perubahan yang menyangkut kemampuan motorik, peruban kekuatan fisik, perubahan dalam fungsi psikologis, perubahan dalam system syaraf, perubahan penampilan.

Masa Lanjut usia

Banyak orang merasa takut memasuki masa lanjut usia, karena mereka sering mempunyai kesan negatif atas orang yang lanjut usia. Menurut mereka lansia itu adalah: tidak berguna, lemah, tidak punya semangat hidup, penyakitan, pelupa, pikun, tidak diperhatikan oleh keluarga dan masyarakat, menjadi beban orang lain, dan sebagainya. Memang pada masa lansia orang mengalami berbagai perubahan, secara fisik maupun mental. Tapi perubahan-perubahan ini dapat diantisipasi sehingga tidak datang lebih dini. Proses penuaan pada setiap orang berbeda-beda, tergantung pada sikap dan kemauan seseorang dalam mengendalikan atau menerima proses penuaan itu. Kapan seseorang boleh dikatakan sudah lansia? Hal-hal apa saja yang memicu proses penuaan?

Menurut ilmu gerontologia (ilmu mengenai usia lanjut), setiap orang memiliki tiga macam umur: umur secara kronologis, biologis, dan psikologis.

  1. Umur kronologis. Umur yang dihitung dari jumlah tahun yang sudah dilewati seseorang. Ini adalah umur yang umum kita kenal misalnya 50 tahun, 60 tahun, dan sebagainya.
  2. Umur biologis. Umur yang ditentukan berdasarkan kondisi tubuh. Hal ini dapat terjadi jika seseorang menjadi tua karena ia merasa tua.
  3. Umur psikologis. Umur yang diukur berdasarkan sejauh mana kemampuan seseorang merasakan dan bertindak. Hal ini bisa terjadi pada seorang yang sudah berusia 80 tahun tapi merasa lebih muda dari orang yang di bawah umurnya.

Dari ketiga macam umur tersebut, kita tahu bahwa proses penuaan tidak dapat dilihat atau diukur hanya dari umur kronologis. Ada beberapa negara menetapkan usia kronologis yang berbeda bagi orang lansia. Di Indonesia, seseorang dianggap lanjut usia, ketika ia pensiun dari pekerjaannya pada usia 55 tahun. Namun, di Amerika Serikat, seseorang dikategorikan sebagai lansia pada usia 77 tahun, yang didahului masa pra lansia yaitu usia 69-76 tahun. Bagi orang Jepang kesuksesan justru dimulai pada usia 60 tahun. Dan banyak wanita Jepang yang masih bekerja pada usia 60 tahun ke atas. Sedangkan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) menetapkan usia 60 tahun sebagai titik awal seseorang memasuki masa lansia. Karena itu tidak ada tolok ukur yang jelas kapan seseorang memasuki masa lansia.

Dalam buku Tetap Bugar Di Usia Lanjut, Dra. Emma S. Wirakusumah menuliskan adanya 3 faktor yang memicu proses penuaan, yaitu faktor genetika, endogenik, dan lingkungan.

1. Faktor Genetika Faktor ini merupakan faktor bawaan (keturunan), dan setiap orang memiliki faktor genetika yang berbeda-beda.

  • Penuaan dini. Orang yang memiliki keturunan penuaan dini harus berwaspada dan berusaha mencegah efek negatif dari faktor genetikanya.
  • Penyakit turunan. Orang yang mengidap penyakit turunan seperti penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes harus memperhatikan dan menjaga pola makan serta aktivitasnya.
  • Perbedaan tingkat intelegensia. Umumnya orang yang memiliki intelegensia tinggi lebih lambat menjadi tua. Itu karena ia aktif berpikir dan melatih kemampuan intelektualnya sehingga memperlambat proses penurunan fungsi otak.
  • Warna kulit. Biasanya orang yang berkulit putih lebih mudah terserang osteoporosis daripada mereka yang berkulit hitam.
  • Kepribadian. Orang yang berambisi, bekerja keras, dan dikejar-kejar tugasnya, lebih mudah tersinggung dan gelisah. Ia sering cepat stres, yang mengakibatkannya rentan penyakit.

2. Faktor Endogenik Faktor ini berkaitan dengan perubahan-perubahan yang terjadi secara fisik (perusakan sel) maupun mental.

  1. Fisik
    • Keadaan tubuh: Kadar lemak dalam tubuh meningkat akibat penurunan aktivitas fisik dan kurang makanan berserat. Daya motorik otot menurun membuat orang sulit bergerak. Jumlah air di dalam tubuh berkurang. Massa tulangpun menurun karena kondisi tulang mulai rapuh, sementara pertumbuhan tulang sudah berhenti.
    • Pencernaan: Gangguan pada gigi dan perubahan bentuk rahang mengakibatkan sulitnya mengunyah makanan. Daya penciuman dan perasa menurun, hal ini menyebabkan turunnya selera makan yang berakibat kekurangan gizi. Menurunnya produksi asam lambung dan enzim pencernaan, mempengaruhi penyerapan vitamin dan zat-zat lain pada usus. Penurunan perkembangan lapisan otot pada usus, melemahkan dinding usus, dan menurunkan daya cerna usus. Fungsi hati yang memproses racun, seperti obat-obatan dan alkohol pun melemah.
    • Kekebalan tubuh: Akibat berkurangnya kemampuan tubuh memproduksi antibodi pada masa lansia, sistim kekebalan tubuhpun menurun. Hal ini membuat lansia rentan terhadap berbagai macam penyakit.
    • Jantung: Daya pompa jantung menurun karena elastisitas pembuluh arteri melemah, semua ini akibat perubahan kolagen dan elastin dalam dinding arteri.
    • Pernafasan: Fungsi paru-paru menurun akibat berkurangnya elastisitas serabut otot yang mempertahankan pipa kecil dalam paru-paru tetap terbuka. Penurunan fungsi ini akan lebih berat jika orang bersangkutan memiliki kebiasaan merokok dan kurang berolahraga.
    • Otak dan syaraf. Menurunnya kemampuan fungsi otak melemahkan daya ingat. Akibatnya, orang lansia suka sering lupa makan atau minum obat, yang pada akhirnya akan menimbulkan penyakit.
    • Metabolisme tubuh: Penurunan fungsi hormon dalam tubuh. Penurunan hormon seks pada wanita terjadi menjelang menopause.
    • Ekskresi: Penurunan aliran darah ke ginjal karena berkurangnya jumlah nefron, yaitu unit yang berfungsi mengekstrak kotoran dari darah dan membuangnya ke urine. Hal ini menyebabkan peningkatan volume urine dan frekuensi pengeluaran urine.
    • Tulang: Pengurangan massa tulang karena pertambahan usia. Hal ini juga disebabkan kurangnya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat Ca (kalsium), jarang berolahraga, menopause dini, dan hilangnya selera makan (anoreksia).
  2. Mental Ada 3 faktor yang mempengaruhi perubahan mental:
    • Kepribadian: Orang yang berambisi tinggi dan selalu dikejar- kejar waktu, akan cenderung cepat stres, gelisah, frustasi, dan merasa diremehkan pada masa lansianya. Sedangkan orang yang berkepribadian tenang lebih mudah mensyukuri apa yang mereka terima dan berpikir positif ketika memasuki masa lansia.
    • Sosial: Sikap sosialisasi yang kurang baik dapat berdampak negatif pada penyesuaian diri lansia. Ia akan bersikap psikopat, depresi, dan paranoid.
    • Budaya: Budaya Barat sering menganggap orang lansia tidak berguna dan menjadi beban keluarga atau masyarakat saja. Hal ini mengakibatkan orang lansia memiliki mental negatif. Sedangkan Budaya Timur lebih menghormati orang tua, dan menganggap mereka sebagai orang yang bijaksana dan pantas dijadikan panutan.

3.      Faktor Lingkungan
Hal-hal yang termasuk faktor ini adalah diet atau mengkonsumsi makanan yang bergizi, merokok, minum alkohol atau kafein, polusi, tingkat pendidikan, penghasilan, obat-obatan, penyinaran sinar ultra violet, dan sebagainya.

BAB VI

Proses Belajar

E-learning

E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs, wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan, perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan lain-lain.

Belajar Cara Sistem PQRST
Sistem PQRST adalah suatu cara yang diperkenalkan oleh EL Thomas dan Ha Rabinson dalam buku mereka yang bertajuk “Improving Reading In Every Class”. Berikut adalah lima item yang menjadi tunjang sistem ini.
(a) Preview ( mengimbas Tajuk-tajuk Penting )
Dalam item ini pelajar disarankan agar melihat tajuk utama dalam sesuatu bab dan seterusnya melihat tajuk-tajuk kecil yang menjadi rangka dalam mengambarkan maklumat atau isi penting dalam keseluruhan bab.
(b) Question ( Menyoal )
Daripada rangka ini, bina soalan yang boleh membantu anda mencari isi penting. Dengan cara ini anda boleh mengingati sesuatu dengan lebih jelas.
(c) Read ( Membaca )
Membaca sesuatu tajuk akan menjadi lebih bermakna kerana setiap ayat menjawab soalan anda sendiri dari rangka topik.
(d) Self-Recitation ( Menyebut Satu Persatu )
Apabila anda sudah membaca, anda perlu mencatat atau melakar sesuatu gambarajah berkaitan dengan apa yang difahami. Kemudian baca isi penting itu semula tanpa melihat nota yang telah anda catatkan.
(e) Test ( Ujian )
Untuk memastikan anda sudah memahami dan mengingati fakta sebaiknya, anda perlu membuat penilaian kendiri. Dua cara boleh dilaksanakan iaitu melaksanakan ujian-ujian tahun lepas tanpa melihat rujukan dan menggunakan teknik soal jawab dengan bantuan rekan.

Metode Belajar SQ3R

Read (Membaca)

Tentunya kegiatan yang satu ini bisa jadi sangat menyenangkan terutama bagi temen2 yang seneng banget baca komik atau novel. Setelah kita menulis pertanyaan – pertanyaan berkaitan dengan bab yang akan kita pelajari, kemudian kita membacanya. Dengan membaca kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses survey. Bacalah suatu subbab dengan tuntas, jangan pindah ke subbab lain sebelum kita menyelesaikannya. Pada saat membaca, kita mulai mencari jawaban dari pertanyaan yang kita buat sebelumnya. tuliskan jawaban yang kita peroleh dengan kata – kata sendiri di kertas yaitu pada 2/3 kolom yang telah disiapkan (ingat pada proses Question kita menuliskan pertanyaan pada bagian 1/3 halaman dari selembar kertas).

Kita dapat menambahkan pertanyaan pada saat membaca. Untuk suatu subbab yang singkat dengan beberapa paragraf mungkin cukup dengan satu pertanyaan. namun, untuk subbab yang cukup panjang, kita  mungkin memiliki sejumlah pertanyaan. Pada buku – buku teks yang baik biasanya diberikan contoh – contoh sebagai penjelasan. Kita juga perlu memisahkan keterangan rinci dan contoh – contoh dari konsep utama. Keterangan dan contoh – contoh ditujukan untuk membantu kita memahami konsep utama. Tidak semua keterangan rinci perlu kita ingat, dan terlebih lagi kita tidak perlu menghafal contoh – contoh.

Proses membaca ini terkadang berlangsung sangat lambat terutama bila subbab mengandung informasi yang padat dan kompleks. Subbab seperti bisa membuat kita bingung bahkan mengalami frustasi. Bila ini terjadi berhentilah sejenak, coba temukan mengapa kita menjadi bingung, kita juga dapat mencoba menimbulkan pertanyaan lain.

Kalau upaya ini belum membuahkan hasil, tandai subbab ini, teruskan membaca subbab berikutnya. Kadang – kadang ada subbab yang membuat kita bingung menjadi jelas pada subbab berikutnya. Selain itu kita juga dapat mencari buku teks lain, cari topik yang sama dan cobalah pahami masalah yang membuat kita bingung dari buku yang baru ini.

Recite (menuturkan)

Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. Dengan proses Recite ini kita berlatih untuk konsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan suatu bab. Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan – pertanyaan yang telah kita buat sebelumnya dan cobalah menjawab pada selembar kertas tanpa melihat buku. Kita dapat juga melakukan Recite dengan menuliskan butir – butir pemikiran yang penting dalam subbab tersebut. Bila kita menemukan paragraf yang membuat kita sulit untuk dapat melakukan proses ini, bacalah kembali paragraf tersebut. Pada tahap ini kita dapat kembali ke proses Question, tumbuhkan lagi pertanyaan – pertanyaan, lanjutkan lagi dengan proses Read dan Recite, ulangi proses ini beberapa kali.

Review (mengulang)

Review membantu kita untuk menyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh subbab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Cara Review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain.

Bila kita melakukan Review dengan membaca ulang, perhatikan kepala judul/subbab dan cobalah mengingat topik utama terkait dengan judul tersebut. Tahap ini sangat penting karena kita pada umumnya belajar dengan mengulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s